Testimonials

 

"Absolutely blown away by Daniel Ziv's JALANAN. A vital, incredible piece of work. Deserves to be seen by everyone. Outstanding."

Gareth Evans - director Merantau, The Raid, and The Raid 2

 

"Belum pernah saya menyaksikan sebuah film menggambarkan Jakarta dan Indonesia seblak-blakan JALANAN. Jujur, nihil eksploitasi, menginspirasi, memukau, sekaligus puitis. Membuat semangat saya menjulang. Saya tertawa, saya menangis. JALANAN menggugah saya unutk menjadi manusia yang lebih baik."

Joko Anwar - sutradara

 

"Tanpa pemanis dan tanpa basa-basi, JALANAN menghadirkan kehidupan ketiga musisi jalanan dengan karya-karya mereka yang berhasil mengupas Jakarta dari cangkangnya. Jangan lewatkan kisah luar biasa Titi, Ho, dan Boni kalau anda siap menyibak sisi lain Jakarta dan rindu musik Indonesia yang jujur serta enak untuk dinikmati."

Sherina Munaf - penyanyi

 

"JALANAN adalah bukti bahwa film dokumenter bisa sangat fun dan jauh lebih seru dari summer moviesnya Hollywood."

Lucky Kuswandi - sutradara

 
 
 

"There is a rare magic in Daniel Ziv's exquisite JALANAN, at once warm and strange. This perfectly structured study of three characters, all struggling to find freedom despite enormous social pressure and painful personal circumstances, reminds me of everything i love and deplore about our fragile humanity and about Indonesia. Each protagonist is funny, eccentric, and wonderfully open. Daniel treats their search for meaning with a genuine and infections of love."

Joshua Oppenheimer - director The Act of Killing

 

"Hal terindah di film JALANAN adalah bagaimana berbagai drama manusia yang sejatinya menyayat, disajikan dengan implisit lugas, dan jauh dari cengeng. JALANAN adalah sebuah dokumenter dengan kualitas, rasa, dan ketajaman di atas rata-rata film layar lebar Indonesia."

Ernest Prakasa - comic

 

"JALANAN adalah cerita tentang orang-orang gembira yang memilih sikap hidup dari sisi romantik Jakarta yang tidak tampak dalam film-film kita pada umumnya."

Riri Riza - Sutradara

 

"Menampar dan membangunkan perasaan. Saya tunduk kepada kejujuran film ini. Truly, JALANAN is Daniel's love letter to Jakarta and its people."

Monty Tiwa - sutradara